Minggu, 01 November 2015

Makna Sumpah Pemuda di Kalangan Mahasiswa


Apa makna dari hari Sumpah ? 

Sumpah Pemuda diwujudkan untuk menyatukan satu rasa tanggung jawab dan kebersamaan pemuda untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. Isi dari Sumpah pemuda yang dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928 mengandung arti cinta tanah air
Indonesia, cinta pada bahasa persatuan dan cinta pada bangsa Indonesia. Prinsip Bhineka Tunggal Ika tercermin dari nilai-nilai yang dijunjung saat memperingati Hari Sumpah Pemuda. Walau Indonesia memiliki berbagai suku bangsa, berbagai bahasa, berbagai adat istiadat, berbagai agama dan kepercayaan tetapi tetap satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa yaitu Indonesia. Generasi muda seharusnya bangga menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, bangga memakai produk hasil karya anak bangsa, bangga memiliki kewarganegaraan Indonesia.

Sedangkan Apa makna sumpah pemuda bagi Mahasiswa ?

Menurut mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Selfie, pemuda saat ini dan zaman dulu tentu memiliki perbedaan. Salah satunya adalah pola pikir.
"Banyak mahasiswa mengeneralisasi masalah tanpa analisis masalah. Mereka lebih apatis dengan berita politik. Saya harap semua mahasiswa tidak skeptis. Walaupun berita beda-beda, kita punya bekal analisis. Gunakan waktu sebaik-baiknya selama kuliah untuk menyiapkan diri ketika bekerja nanti," kata Selfie
Dia menyatakan, banyak cara yang bisa digunakan para pemuda untuk menjaga semangat Sumpah Pemuda seperti di masa lalu. Sebagai mahasiswa jurnalistik, kata Selfie, cara yang bisa dilakukan adalah dengan menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.
"Sebagai mahasiswa saya punya tugas yang tidak bisa digambarkan lewat demo atau tugas-tugas lainnya. Tapi saya lakukan dengan menjadi pemberi informasi untuk masyarakat, walaupun mungkin belum maksimal," urainya.
Pendapat serupa juga diungkapkan mahasiswa Jurnalistik UIN SGD lainnya, Rizkia. Kia -begitu "Pemuda sekarang banyak terjerumus di jalan yang tidak benar, salah bergaul dan terkena narkoba. Maka perlu ada pendidikan moral sejak dini. Kalau di kampus kami ada komunitas seperti itu, yang mengajak anak kecil untuk cinta budaya, cinta Tanah Air, dan paham nilai moral sejak kecil," tutur Kia.
Generasi muda bangsa ini justru melupakan makna Sumpah Pemuda itu. Nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang ditunjukkan para pemuda 83 tahun yang lalu sudah tidak tergambarkan saat ini. Aksi tawuran yang sering terjadi banyak melibatkan kalangan generasi muda. Yang lebih miris lagi, aksi tawuran ini dilakukan oleh kalangan pelajar dan mahasiswa, yang notabene tulang punggung negeri ini. Tidak hanya terjadi di Jakarta, aksi tawuran ini juga terjadi di kota-kota lainnya di Indonesia. Masyarakat di mana pun sudah pasti gerah melihat aksi tawuran pelajar, mahasiswa, atau siapapun juga. Mahasiswa seharusnya memiliki intelektualitas yang tinggi sehingga tidak perlu menyelesaikan masalah dengan tawuran.Tapi, apakah pola pikir itu serta merta juga membuat generasi muda di negeri ini melupakan nilai-nilai sejarah? Diyakini generasi muda saat ini banyak yang tidak tahu jika kita menanyakan siapa saja tokoh yang terlibat pada sumpah pemuda 83 tahun yang lalu. Menyikapi permasalahan ini, sudah selayaknya kita meminta kepada kalangan generasi muda agar nilai-nilai Sumpah Pemuda harus terus dihayati, dalam menghadapi berbagai persoalan nasional maupun internasional. Oleh karena itu, generasi muda diminta untuk terus memegang kemurnian Sumpah Pemuda sebagai alat pemersatu Bangsa. Di sisi lain, sekolah juga harus ikut bertanggung jawab guna menjaga kemurnian Sumpah Pemuda, dengan mengamalkan sifat Cinta Tanah Air.


sumber : http://news.okezone.com/read/2014/10/27/65/1057652/makna-sumpah-pemuda-bagi-mahasiswa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar