1. Pengertian Kepercayaan
Kepercayaan merupakan hal yang
penting karena membantu mengatur kompleksitas, membantu mengembangkan kapasitas
aksi, meningkatkan kolaborasi dan meningkatkan
kemampuan pembelajaran
organisasi. Kunci yang sangat penting dalam membangun kepercayaan yang
tinggi dalam organisasi adalah pencapaian hasil, bertindak dengan
integritas,
dan pendemonstrasian perhatian. Peningkatan tingkat kepercayaan membutuhkan
keseimbangan dari hal-hal penting yang telah tersebut di atas, meskipun ada
konflik di antara para pihak dalam organisasi. Tindakan penyeimbangan
membutuhkan desain organisasi yang dapat mendukung kepercayaan, baik struktur
organisasi maupun budaya tidak formal (Shaw,1997). Berdasarkan uraian tersebut
timbul suatu pertanyaan. Apa definisi atau pengertian kepercayaan?Dalam hal ini akan dikemukakan
definisi atau pengertian kepercayaan
menurut pendapat para ahli atau pakar, antara lain :
(1) Das dan Teng (1998)
memberikan definisi atau pengertian kepercayaan (trust) sebagai derajat di mana
seseorang yang percaya menaruh sikap positif terhadap keinginan baik dan
keandalan orang lain yang dipercayanya di dalam situasi yang berubah ubah dan
beresiko.
(2) Rousseau et al, (1998) memberikan definisi atau pengertian
kepercayaan sebagai bagian psikologis yang terdiri dari keadaan pasrah untuk
menerima kekurangan berdasarkan harapan positif dari niat atau perilaku orang
lain.
(3) Mayer (1995) memberikan definisi kepercayaan dalam definisi yang lain
dinyatakan sebagai keinginan suatu pihak untuk menjadi pasrah/menerima tindakan
dari pihak lain berdasarkan pengharapan bahwa pihak lain tersebut akan
melakukan sesuatu tindakan tertentu yang penting bagi pihak yang memberikan
kepercayaan, terhadap kemampuan memonitor atau mengendalikan pihak lain.
(4)
Doney et.al. (1998) memberikan definisi atau pengertian kepercayan sebagai
sesuatu yang diharapkan dari kejujuran dan perilaku kooperif yang berdasarkan
saling berbagi norma-norma dan nilai yang sama.
2. Teori Kepercayaan
1. Teori
Korespondensi (Correspondence Theory of Truth)
Teori kebenaran
korespondensi adalah teori yang berpandangan bahwa pernyataan-pernyataan adalah
benar jika berkorespondensi terhadap fakta atau pernyataan yang ada di alam
atau objek yang dituju pernyataan tersebut. Kebenaran atau suatu keadaan
dikatakan benar jika ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu
pendapat dengan fakta.
2.Teori Koherensi
(Coherence Theory of Truth)
Teori kebenaran
koherensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau
konsistensi. Suatu pernyataan disebut benar bila sesuai dengan jaringan
komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara logis.
Pernyataan-pernyataan ini mengikuti atau membawa kepada pernyataan yang lain.
3.Teori Pragmatik
(The Pragmatic Theory of Truth)
Teori kebenaran
pragmatis adalah teori yang berpandangan bahwa arti dari ide dibatasi oleh
referensi pada konsekuensi ilmiah, personal atau sosial. Benar tidaknya suatu
dalil atau teori tergantung kepada berfaedah tidaknya dalil atau teori tersebut
bagi manusia untuk kehidupannya.
3. USAHA MENINGKATKAN
KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN YME
Usaha itu antara
lain:
1. Meningkatkan
ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
2. Meningkatkan
pengabdian kita kepada masyarakat.
3. Meningkatkan
kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan
sebagainya.
4. Mengurangi nafsu
mengumpulkan harta yang berlebihan.
5. Menekan perasaan
negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.
4.
Perbedaan Kepercayaan
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber
kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas:
- Kepercayaan pada diri
sendiri: Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi
manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang
Maha Esa Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah,
dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau
dipercayakan kepadanya.
- Kepercayaan kepada orang
lain: Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara,
orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah
tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata
hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu
dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams
dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat
janji kepada orang lain.
- Kepercayaan kepada
pemerintah: Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat
tingkah laku karya Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan.
Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau
setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah
ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu
raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih
oleh Tuhan pula (kerajaan). Pandangan demokratis mengatakan bahwa
kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah
negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah
negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai
arti hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan
(totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu
disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara;
manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban
(negara diktator). Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis
ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah
sumber kebenaran. Karena itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara
percaya kepada negara/pemerintah.
Kepercayaan kepada Tuhan:
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan
manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan
berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting,
karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan
Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak
mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang
mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karena itu jika manusia berusaha agar
mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab
Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya
zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan
konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar