Sabtu, 02 Mei 2015

Suku Jambi


Pengertian dan Latar belakang Suku Jambi  

Provinsi Jambi memiliki Penduduk asli yang terdiri dari beberapa suku bangsa, antara lain Melayu Jambi, Batin, Kerin­ci, Penghulu, Pindah, Anak Dalam (Kubu), dan Bajau. Suku
bangsa yang disebutkan pertama merupakan pen­duduk mayoritas dari keseluruhan penduduk Jambi, yang bermukim di sepanjang dan sekitar pinggiran sungai Batanghari.

Letak
:
Jambi, Sumatera 
Populasi
:
800.000 jiwa
Bahasa
:
Melayu Jambi
Agama Mayoritas
:
Islam
Anggota Gereja
:
20 (0,003%)
Alkitab dalam bahasa Jambi
:
Tidak Ada
Film Yesus dalam bahasa Jambi
:
Tidak Ada
Program penginjilan radio bahasa Jambi 
:
Tidak Ada 

Masyarakat Melayu Jambi tersebar di propinsi Jambi bagian tengah pulau Sumatera. Kebanyakan daerah pemukiman mereka adalah dataran rendah dengan hutan yang padat, rawa paya, sungai-sungai yang kesemuanya dialirkan dari sungai yang besar, sungai Batang Hari dan cabang-cabangnya. Sungai tersebut sangatlah penting bagi mereka bukan hanya sebagai sarana transportasi tetapi juga sebagai sumber makanan (daging ikan).
Suku Jambi di bagi beberapa suku :
 Suku Jambi di bagi beberapa suku :
1.    Suku Melayu Jambi
2.    Suku Batin
3.    Suku Kerinci
4.    Suku Penghulu
5.    Suku Pindah
6.    Suku Kubu
7.    Suku Bajau
Suku Kubu atau Anak Dalam dianggap sebagai suku tertua di Jambi, karena telah menetap terlebih dahulu sebelum kedatangan suku-suku yang lain. Mereka diperkirakan meru­pakan keturunan prajurit-prajurit Minangkabau yang bermaksud mem­perluas daerah ke Jambi. Ada sementara informasi yang menyatakan bahwa su­ku ini merupakan keturunan dari per­campuran suku Wedda dengan suku Negrito, yang kemudian disebut seba­gai suku Weddoid.Orang Anak Dalam dibedakan atas suku yang jinak dan liar. Sebutan “ji­nak” diberikan kepada golongan yang telah dimasyarakatkan, memiliki tem­pat tinggal yang tetap, dan telah mengenal tata cara pertanian. Se­dangkan yang disebut “liar” adalah mereka yang masih berkeliaran di hutan-hutan dan tidak memiliki tempat tinggal tetap, belum mengenal sistem bercocok tanam, serta komunikasi dengan dunia luar sama sekali masih tertutup.

SOSIAL BUDAYA

Orang Melayu Jambi merupakan perenang dan pemancing yang ulung. Untuk menangkap ikan, mereka menggunakan berbagai alat, baik yang tradisional maupun yang modern. Kebanyakan suku Melayu jambi memenuhi KEBUTUHAN hidup mereka dari menangkap ikan. Ikan-ikan yang mereka tangkap, dijual dan juga dimakan. Jenis ikan itu antara lain: ringau, kelemak, toman, pati, baung, juaro, bujuk, seluang, gabus, betok dan serapil. Selain itu pekerjaan pertanian atau perkebunan juga merupakan pekerjaan yang penting.
Masyarakat Melayu Jambi sangat bangga dengan asal usul mereka yang berasal dari kerajaan Melayu di Jambi dan Palembang. Kebanggaan ini, pada kenyataannya telah mengancam ekonomi mereka, karena dengan itu mereka tidak rela menerima arus modernisasi. Sekarang, terlihat para transmigran dari berbagai daerah di Indonesia lebih baik ekonominya daripada orang Jambi Sendiri. Sistem kekerabatan orang Jambi sangat dipengaruhi adat dan agama Islam. Keluarga mempunyai kedudukan yang menentukan dalam urusan warisan harta peninggalan. Sistem pewarisan yang berlaku ialah sistem pewarisan individual. Dengan demikian, harta peninggalan dapat dibagikan di antara para ahli waris yang berhak.
Kontak di antara para tetangga di kampung sebelah (dusun) lebih banyak dilakukan di atas air daripada di daratan. Alasannya, kebanyakan orang Melayu Jambi berlokasi di daerah hutan lebat dengan rawa-rawa yang lebar yang membuat perjalanan darat jadi sulit.
Orang Jambi mengenal berbagai upacara dalam hidupnya, mulai dengan upacara kelahiran anak, pemberian nama si anak, pemotongan rambut, tusuk telinga untuk anak perenmpuan berusia dua tahun, dan khitanan untuk anak laki-laki berusia 6 - 10 tahun.Upacara khitanan ini melambangkan bahwa anak siap menuju ke kedewasaan. Bila anak sudah menginjak akil balik (15 tahun untuk wanita, 17 tahun untuk pria), diadakan upacara memotong gigi.

AGAMA/KEPERCAYAAN

Suku Melayu Jambi hampir 100% merupakan kaum Muslim. Di setiap kelurahan bahkan hampir di seluruh RT (Rukun Tetangga) berdiri mesjid atau langgar, madrasah atau tempat pengajian (tempat untuk latihan dan pengajaran agama), lengkap paling tidak dengan satu orang ulamanya (guru agama Islam dan ahli hukum Islam).
Bagi suku Melayu Jambi, semua prinsip dan bimbingan dalam pengaturan kehidupan manusia berasal dari nenek moyang mereka, yang sebaliknya bersumber dari penulisan yang menyatakan kebenaran, Al Qur'an dan kitab Hadis.

KEBUTUHAN

Suku Jambi memerlukan perbaikan mutu pendidikan untuk membuka wawasan mereka agar memajukan kehidupan sosial ekonomi mereka. Di sana jarang ada dari pihak mereka sendiri yang mempunyai keinginan memajukan kehidupan sosial ekonomi mereka. Beberapa di antara mereka terang-terangan merasa puas dengan keadaan yang tinggal tetap dan yang lain merasa tidak ada yang dapat dilakukan untuk menggerakkan rakyatnya ke arah yang lebih baik atau pola kehidupan yang produktif. Mereka biasanya bekerja tanpa rencana yang matang, terbatas pada pemikiran dan cara-cara lama yang sudah mereka kenal dari dahulu, dengan sedikit pengetahuan dan keahlian teknik yang berbatas.

POKOK DOA

Kemudian daripada itu aku melihat : sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhintung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru : "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba !"
  1. Berdoa agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus, berkat dan kasihNya di tengah-tengah suku Jambi, agar terang dan kemuliaan Tuhan bercahaya di atasnya. Berdoa agar hati mereka disentuh oleh kasih Tuhan melalui berbagai cara dan mereka yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
  2. Berdoa agar Tuhan yang empunya tuaian membangkitkan gerejaNya untuk bersatu dan bekerjasama, menyediakan pekerja : pendoa syafaat, penerjemah Alkitab, kaum profesional, penabur dan penuai untuk memberkati dan meningkatkan kesejahteraan hidup suku Jambi
  3. Berdoa bagi adanya lembaga & gereja yang digerakkan oleh Tuhan untuk mengadopsi suku Jambi yang juga berbeban dalam meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
Kesenian di Provinsi Jambi yang terkenal antara lain Batanghari, Kipas perentak, Rangguk, Sekapur sirih, Selampit delapan, Serentak Satang.

Upacara adat yang masih dilestarikan antara lain Upacara Lingkaran Hidup Manusia, Kelahiran, Masa Dewasa, Perkawinan, Berusik sirih bergurau pinang, Duduk bertuik, tegak betanyo, ikat buatan janji semayo, Ulur antar serah terimo pusako dan Kematian

Filsafat Hidup Masyarakat Setempat: Sepucuk jambi sembilan lurah, batangnyo alam rajo.




1 komentar: