Pengertian
dan Latar belakang Suku Jambi
Provinsi Jambi memiliki Penduduk asli yang terdiri dari beberapa suku bangsa, antara lain Melayu Jambi, Batin, Kerinci, Penghulu, Pindah, Anak Dalam (Kubu), dan Bajau. Suku
Letak
|
:
|
Jambi, Sumatera
|
Populasi
|
:
|
800.000 jiwa
|
Bahasa
|
:
|
Melayu Jambi
|
Agama Mayoritas
|
:
|
Islam
|
Anggota Gereja
|
:
|
20 (0,003%)
|
Alkitab dalam bahasa Jambi
|
:
|
Tidak Ada
|
Film Yesus dalam bahasa Jambi
|
:
|
Tidak Ada
|
Program penginjilan radio bahasa Jambi
|
:
|
Tidak Ada
|
Masyarakat Melayu Jambi tersebar di
propinsi Jambi bagian tengah pulau Sumatera. Kebanyakan daerah pemukiman mereka
adalah dataran rendah dengan hutan yang padat, rawa paya, sungai-sungai yang
kesemuanya dialirkan dari sungai yang besar, sungai Batang Hari dan
cabang-cabangnya. Sungai tersebut sangatlah penting bagi mereka bukan hanya
sebagai sarana transportasi tetapi juga sebagai sumber makanan (daging ikan).
Suku Jambi di bagi beberapa suku :
Suku Jambi di bagi beberapa suku :
1. Suku Melayu Jambi
2. Suku Batin
3. Suku Kerinci
4. Suku Penghulu
5. Suku Pindah
6. Suku Kubu
7. Suku Bajau
1. Suku Melayu Jambi
2. Suku Batin
3. Suku Kerinci
4. Suku Penghulu
5. Suku Pindah
6. Suku Kubu
7. Suku Bajau
Suku Kubu atau Anak Dalam dianggap sebagai
suku tertua di Jambi, karena telah menetap terlebih dahulu sebelum kedatangan
suku-suku yang lain. Mereka diperkirakan merupakan keturunan prajurit-prajurit
Minangkabau yang bermaksud memperluas daerah ke Jambi. Ada sementara informasi
yang menyatakan bahwa suku ini merupakan keturunan dari percampuran suku
Wedda dengan suku Negrito, yang kemudian disebut sebagai suku Weddoid.Orang
Anak Dalam dibedakan atas suku yang jinak dan liar. Sebutan “jinak” diberikan kepada
golongan yang telah dimasyarakatkan, memiliki tempat tinggal yang tetap, dan
telah mengenal tata cara pertanian. Sedangkan yang disebut “liar” adalah
mereka yang masih berkeliaran di hutan-hutan dan tidak memiliki tempat tinggal
tetap, belum mengenal sistem bercocok tanam, serta komunikasi dengan dunia luar
sama sekali masih tertutup.
SOSIAL BUDAYA
Orang Melayu Jambi merupakan perenang dan
pemancing yang ulung. Untuk menangkap ikan, mereka menggunakan berbagai alat,
baik yang tradisional maupun yang modern. Kebanyakan suku Melayu jambi memenuhi
KEBUTUHAN hidup mereka dari menangkap ikan. Ikan-ikan yang mereka tangkap,
dijual dan juga dimakan. Jenis ikan itu antara lain: ringau, kelemak, toman,
pati, baung, juaro, bujuk, seluang, gabus, betok dan serapil. Selain itu
pekerjaan pertanian atau perkebunan juga merupakan pekerjaan yang penting.
Masyarakat Melayu Jambi sangat bangga
dengan asal usul mereka yang berasal dari kerajaan Melayu di Jambi dan
Palembang. Kebanggaan ini, pada kenyataannya telah mengancam ekonomi mereka,
karena dengan itu mereka tidak rela menerima arus modernisasi. Sekarang,
terlihat para transmigran dari berbagai daerah di Indonesia lebih baik
ekonominya daripada orang Jambi Sendiri. Sistem kekerabatan orang Jambi sangat
dipengaruhi adat dan agama Islam. Keluarga mempunyai kedudukan yang menentukan
dalam urusan warisan harta peninggalan. Sistem pewarisan yang berlaku ialah
sistem pewarisan individual. Dengan demikian, harta peninggalan dapat dibagikan
di antara para ahli waris yang berhak.
Kontak di antara para tetangga di kampung
sebelah (dusun) lebih banyak dilakukan di atas air daripada di daratan.
Alasannya, kebanyakan orang Melayu Jambi berlokasi di daerah hutan lebat dengan
rawa-rawa yang lebar yang membuat perjalanan darat jadi sulit.
Orang Jambi mengenal berbagai upacara
dalam hidupnya, mulai dengan upacara kelahiran anak, pemberian nama si anak,
pemotongan rambut, tusuk telinga untuk anak perenmpuan berusia dua tahun, dan
khitanan untuk anak laki-laki berusia 6 - 10 tahun.Upacara khitanan ini
melambangkan bahwa anak siap menuju ke kedewasaan. Bila anak sudah menginjak
akil balik (15 tahun untuk wanita, 17 tahun untuk pria), diadakan upacara
memotong gigi.
AGAMA/KEPERCAYAAN
Suku Melayu Jambi hampir 100% merupakan kaum Muslim. Di setiap kelurahan bahkan hampir di seluruh RT (Rukun Tetangga) berdiri mesjid atau langgar, madrasah atau tempat pengajian (tempat untuk latihan dan pengajaran agama), lengkap paling tidak dengan satu orang ulamanya (guru agama Islam dan ahli hukum Islam).
Bagi suku Melayu Jambi, semua prinsip dan
bimbingan dalam pengaturan kehidupan manusia berasal dari nenek moyang mereka,
yang sebaliknya bersumber dari penulisan yang menyatakan kebenaran, Al Qur'an
dan kitab Hadis.
KEBUTUHAN
Suku Jambi memerlukan perbaikan mutu
pendidikan untuk membuka wawasan mereka agar memajukan kehidupan sosial ekonomi
mereka. Di sana jarang ada dari pihak mereka sendiri yang mempunyai keinginan
memajukan kehidupan sosial ekonomi mereka. Beberapa di antara mereka
terang-terangan merasa puas dengan keadaan yang tinggal tetap dan yang lain
merasa tidak ada yang dapat dilakukan untuk menggerakkan rakyatnya ke arah yang
lebih baik atau pola kehidupan yang produktif. Mereka biasanya bekerja tanpa
rencana yang matang, terbatas pada pemikiran dan cara-cara lama yang sudah
mereka kenal dari dahulu, dengan sedikit pengetahuan dan keahlian teknik yang
berbatas.
POKOK DOA
Kemudian daripada itu aku melihat : sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhintung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru : "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba !"
- Berdoa agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus, berkat
dan kasihNya di tengah-tengah suku Jambi, agar terang dan kemuliaan Tuhan
bercahaya di atasnya. Berdoa agar hati mereka disentuh oleh kasih Tuhan
melalui berbagai cara dan mereka yang berseru kepada nama Tuhan akan
diselamatkan.
- Berdoa agar Tuhan yang empunya tuaian
membangkitkan gerejaNya untuk bersatu dan bekerjasama, menyediakan pekerja
: pendoa syafaat, penerjemah Alkitab, kaum profesional, penabur dan penuai
untuk memberkati dan meningkatkan kesejahteraan hidup suku Jambi
- Berdoa bagi adanya lembaga & gereja yang
digerakkan oleh Tuhan untuk mengadopsi suku Jambi yang juga berbeban dalam
meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
Kesenian di Provinsi
Jambi yang terkenal antara lain Batanghari,
Kipas perentak, Rangguk, Sekapur sirih, Selampit delapan, Serentak Satang.
Upacara adat yang masih dilestarikan antara lain
Upacara Lingkaran Hidup Manusia, Kelahiran, Masa Dewasa, Perkawinan, Berusik
sirih bergurau pinang, Duduk bertuik, tegak betanyo, ikat buatan janji semayo,
Ulur antar serah terimo pusako dan Kematian
terimakasih untuk informasinya, jadi mau main ke jambi
BalasHapus